SEKILAS INFO
: - Kamis, 26-11-2020
  • 6 bulan yang lalu / Pengumuman Kelulusan Dijadwalkan Pada Tanggal 02 Mei 2020 Pada Pukul 16.00 WIB. Dilarang Merubah Foto di Akun Siswa.
  • 7 bulan yang lalu / Sesuai dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah Payakumbuh Yang dikeluarkan pada tanggal 14 April 2020, Belajar Di Rumah Diperpanjang Menjadi Tanggal 29 April 2020
  • 8 bulan yang lalu / #diRumahAja
Kasus Corona di Sumbar Terus Meningkat, Pemprov Imbau Perantau Tak Mudik

Kasus virus Corona (COVID-19) di Sumatera Barat terus meningkat. Hingga kini sudah delapan orang dinyatakan positif Corona, 1.552 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 28 orang menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di berbagai rumah sakit.

“Hingga hari ini jumlah pasien positif Covid-19 berjumlah 8 orang, tambahan satu orang, pasien dari (Rumah Sakit) M Djamil Padang,” kata Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno dalam press conference online bersama wartawan, Minggu (29/3/2020).

Dia mengatakan delapan warga yang positif tersebut merupakan empat orang dari Kota Padang, dua dari Kota Bukittinggi, dan masing-masing satu orang dari Pesisir Selatan dan Kabupaten Tanah Datar. Irwan mengaku pihaknya sedang membahas berbagai opsi dengan pihak, salah satu yang menjadi bahasan adalah tentang desakan pembatasan wilayah.

“Semuanya sedang kita bahas. Lagi dirumuskan, nanti mungkin akan disampaikan oleh Pak Wagub (Wakil Gubernur) hal-hal yang terkait dengan pembatasan,” katanya.

Hal lain yang menjadi fokus adalah bagaimana mencegah para perantau Minang di seluruh daerah agar ditahan untuk tidak pulang kampung. Terutama, kata dia, para perantau dari daerah pusat penyebaran virus Corona.

“Kita sudah minta, kita himbau agar para perantau tak usah pulang, karena pasti akan menjalani pemeriksaan yang sangat berat di perbatasan. Selain itu, ini juga bisa membahayakan kesehatan semua pihak,” katanya.

Sementara itu, Pemda Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat memperketat daerah perbatasan, untuk mencegah semakin menyebarnya virus Corona. Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan setiap penumpang secara detail.

“Semua penumpang bus, terutama dari Pulau Jawa kita periksa. Kita ukur suhunya dan kita siram dengan disinfektan,” katanya.

Dia menuturkan Dharmasraya berada di jalur lintas Sumatera, dan merupakan pintu masuk utama menuju Tanah Minag dari Jambi. Sehingga, kata dia, pemeriksaan menjadi sangat penting.

“Kita siagakan semua kekuatan kita disana, untuk memantau dan memeriksa semua penumpang bus yang masuk Sumbar,” katanya.

Dalam catatan di tim Gugus Tugas Covid-19 Dharmasraya, sejak isu Corona merebak di Sumatera Barat pada Selasa (24/3) hingga hari ini, terdapat 179 bus yang masuk melewati perbatasan. Jika setiap bus berisi 45 orang, maka secara total sudah ada 8.055 orang penumpang yang masuk.

“Kita tidak bisa melarang mereka masuk, karena tidak ada kebijakan lockdown. Yang bisa kita lakukan saat ini memperketat jalur masuk tersebut guna memastikan para penumpang tak membawa virus,” kata Sutan.

“Sejauh ini kita belum menemukan kasus ada penumpang yang sakit. Mudah-mudahan memang tidak ada. Kalaupun ada, kita sudah siapkan tenaga medis, ambulance dan rumah sakit rujukan di lokasi,” sambungnya.

sumber : https://news.detik.com/berita/d-4957703/kasus-corona-di-sumbar-terus-meningkat-pemprov-imbau-perantau-tak-mudik/2

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman

JADWAL PEMINJAMAN BUKU KELAS X SMK N 2 PAYAKUMBUH 2020

JADWAL PEMINJAMAN BUKU KELAS XI dan XII SMK N 2 PAYAKUMBUH 2020

Jadwal Pengembalian Buku Siswa Kelas X dan Kelas XI